Blog Asik
Jangan lupa RSS meimiaw :)
Bookmark
di Browser kamu
Punya pertanyaan?
Kirim email ke Mei!

Rabu, 10 Desember 2014

Jilboobs Bukan Budaya Islam

0 komentar
             
Hijab adalah salah satu pakaian khas kaum Muslimah. Hijab dibuat demi menutup aurat para wanita Muslim. Seperti yang kamu tahu, agama Islam melalui kitab suci mereka yakni Al-Quran memang menganjurkan para wanita menutup aurat mereka.
Karena itulah jilbab alias hijab menjadi bagian dari perkembangan dunia fashion. Namun yang namanya modernitas, terkadang menggeser nilai-nilai kesopanan yang ada. Hal itu pula yang dialami oleh jilbab. Di mana kini justru semakin bermunculan wanita-wanita memakai jlbab tetapi ketat.
Fenomena JILBOOBS memang mulai marak dikalangan wanita Indonesia saat ini dimana dimana sebagaian wanita pengguna jilbab pada umumnya mengenakan jilbab namun disisi lain menonjolkan aurat seorang wanita dengan menggunakan pakaian yang memperlihatkan lekuk dan bentuk payudaranya, Pakaian yang ketat serta celana yang ketat dengan Jilbab diatas kepala supaya terlihat seksi adalah bukan merupakan hakikat jilbab yang sebenarnya.
Karena adalam berjilbab hendaknya yang ditutup adalah Kepala ,payudara, Muka, namun disisi lain sebagaian ulama berpendapat penggunaan Jilbab hendaknya cukup hanya menutup kepala dan Payudara.
Namun fenomena JILBOOBS yang berasal dari kata jilbab dan boobs alias dada wanita. Yang ditujukan kepadah wanita Muslimah yang mengenakan jilbab yang hanya menutupi kepalanya namun menggunakan pakaian ketat yang memperlihatkan bentuk lekuk payudaranya.Penulis sendiri sangat tidak setuju Fenomena JILBOOBS karena penggunaan jilbab yang baik adalah yang menutup kepala dan dada, karena itu wanita muslimah yang baik adalah wanita yang mampu menjaga auratnya.
Atas dasar itulah fenomena Jilboobs akhirnya muncul. Istilah itu menjadi populer karena para wanita yang berjilbab tidak mengikuti aturan Syar'i yang menganjurkan memakai baju berbahan longgar. Para pemakai Jilboobs memang berhijab, tetapi baju itu seakan melekat dan membuat lekuk tubuh seksi mereka terlihat.
Dan untuk para wanita yang telah berjilbab tapi belum sesuai dengan apa yang seharusnya. Sebaiknya berubahlah dengan mengenakan pakaian yang lebih baik. Saya yakin seorang muslim sudah tahu pakaian seperti apa yang sesuai dengan syariat islam. Kalian pasti tidak ingin kejadian ini terulang lagi dan melihat foto - foto kalian tersebar dengan cara yang tidak baik sampai pada akhirnya disalahgunakan kan???

Kita, sebagai wanita harus selalu waspada karena urusan pornografi dan pornoaksi, wanitalah yang selalu menjadi objek. Jika kita lengah dalam menjilbabi aurat kita, para pria yang tidak bisa menjilbabi pikirannya akan mudah terpancing, baik dengan cara mengonsumsi sebebas mungkin gambar kita, menghujat kita dengan kata - kata yang tidak wajar, maupun yang di depannya menghujat tapi di belakang malah senang memandangnya (yang seperti ini juga ada loh!). Saya sama sekali tidak bermaksud untuk memerintah. Saya lebih suka mengatakan ini adalah sebuah ajakan karena seperti yang saya katakan tadi bahwa saya masih jauh dari kata syar’i.

Apa yang saya tulis bukan untuk memihak atau pro kepada siapa pun, pihak mana pun. Tidak sama sekali untuk menghakimi siapa yang benar dan siapa yang salah. Kebenaran mutlak hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.
Read More →

Rabu, 30 April 2014

Penerimaan Maba dan Miba Universitas Islam Indonesia

2 komentar

Info Penerimaan Mahasiswa Baru UII - Kali ini  akan memberikan informasi seputar penerimaan mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia . Pada awal tahun ini Kampus UII telah membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru. Sistem Pelaksanaannya ada 3 Katergori. Ketiga Kategori tersebut bisa anda manfaatkan sebaik-baiknya agar bisa masuk di Perguruan Tinggi Universitas Islam Indonesia. Untuk Informasi lebih lanjut silahkan baca baik2 informasi penting terkait penerimaan mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia Tahun 2014/2015.
Info Penerimaan Mahasiswa Baru UII terbaru

1. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UII dengan Computer Based Test (CBT) 
2. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UII dengan Paper Based Test (PBT) 
3. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UII dengan Penelusuran Siswa Berprestrasi (PSB) 

Dari ketiga pilihan tadi anda semua bisa mendaftarkan diri anda untuk masuk di Universitas Islam Indonesia. Masing2 masing pilihan akan kami jelaskan cara atau prosedur pendaftarannya.

1. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UII dengan Computer Based Test (CBT) 

CBT adalah pola seleksi melalui Ujian Potensi Calon Mahasiswa (UPCM) yang diselenggarakan dengan menggunakan komputer. Calon dapat memilih maksimal dua pilihan program studi. Tes dilaksanakan di dalam maupun di luar Kampus UII untuk semua program studi kecuali program studi Pendidikan Dokter.
Hasil CBT dapat diperoleh segera setelah tes dilakukan. Calon Mahasiswa yang dinyatakan diterima harus melakukan Registrasi Awal dan Akhir pada jadual dan prosedur registrasi yang dapat dilihat pada bagian Registrasi dalam website ini.

JADWAL CBT
  • CBT di Kampus UII dilaksanakan mulai 19 November 2013 - 24 Agustus 2014 setiap hari Senin - Sabtu jam 08.00 – 14.00 (kecuali hari libur) di Gedung GBPH Prabuningrat (Kantor Rektorat UII) Lantai 1 Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang, Km.14,5 Sleman Yogyakarta. Pendaftaran dapat dilakukan melalui beberapa bank yang tersedia di Gedung GBPH Prabuningrat (Kantor Rektorat UII) Lantai 1 Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang, Km.14,5 Sleman Yogyakarta.
  • CBT di Luar Kampus UII informasinya dapat dilihat di website pmb.uii.ac.id. Pendaftaran dapat dilakukan di lokasi penyelenggara CBT di luar Kampus UII.

BIAYA PENDAFTARAN

CBT untuk Strata 1 (S1)
  • Pendaftar yang melakukan ujian CBT di Kampus UII dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 175.000,00
  • Pendaftar yang melakukan ujian CBT di luar Kampus UII dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 200.000,00.

CBT untuk Diploma 3 (D3)
  • Pendaftar yang melakukan ujian CBT di Kampus UII dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 125.000,00.
  • Pendaftar yang melakukan ujian CBT di luar Kampus UII dikenai biaya sebesar Rp. 175.000,00.
  • Pendaftar mahasiswa yang memilih Program Studi di Strata 1 dan Diploma III (pilihan ganda), dikenakan biaya CBT untuk Jenjang Strata 1 yaitu Rp 175.000,00.

PROSEDUR DAN SYARAT CBT
  • Membayar Biaya Pendaftaran ke Bank atau kepada petugas di lokasi penyelenggaraan CBT.
  • Menyerahkan syarat pendaftaran kepada petugas CBT yang berupa :
  • Surat Tanda Lulus Sekolah Menengah Umum (SMU) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) / Madrasah Aliyah (MA) atau menyerahkan fotokopi rapor semester 4 atau 5 bagi siswa kelas XII untuk Tahun Ajaran 2013/2014,
  • Fotokopi surat tanda pengenal diri, yaitu : Kartu siswa atau Kartu Tanda Penduduk atau Surat Ijin Mengemudi atau Surat Keterangan Pelajar dari Kepala Sekolah,
  • Slip Pembayaran CBT,
  • Pas foto berwarna terbaru ukuran 3x4 cm sebanyak 2 (dua) lembar,
  • Khusus pendaftar di International Program harus melampirkan hasil uji kecakapan berbahasa Inggris berupa TOEFL®ITP, IELTS atau CEPT (dari CILACS UII atau IP-UII) dengan skor minimal 450 untuk TOEFL, 454 untuk CEPT atau 4,5 untuk IELTS. Pada awal tahun ke-2, mahasiswa International Program disyaratkan untuk mencapai skor 500 untuk TOEFL, 510 untuk CEPT dan 5 untuk IELTS.
  • Melakukan pengisian data (key in) di Ruang Komputer CBT
  • Mengerjakan soal di Ruang Komputer CBT selama 100 menit
  • Menerima hasil CBT dari petugas

Prosedur CBT tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Membayar Biaya CBT -- Menyerahkan Syarat Pendaftaran --Mengisi Data (key in) -- Mengerjakan Soal CBT -- Menerima Hasil CBT


2. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UII dengan Paper Based Test (PBT)  

PBT adalah pola seleksi melalui Ujian Potensi Calon Mahasiswa (UPCM) yang diselenggarakan secara tertulis. Semua program studi melakukan seleksi pola seleksi calon mahasiswa menggunakan pola seleksi PBT. Khusus program studi Pendidikan Dokter, seleksi calon mahasiswa dilakukan dalam dua tahap yaitu PBT dan seleksi Tahap Kedua. Pola seleksi PBT ini terdiri dari dua macam, yaitu PBT Seleksi Reguler dan Cepat.

PBT SELEKSI REGULER
Seleksi ini merupakan pola seleksi berbasis ujian tulis yang dibagi ke dalam dua kategori, yaitu PBT Potensi dan Mandiri.

PBT POTENSI
Pola seleksi ini berbasis ujian tulis dimana komponen nilai akan menentukan kelulusan tes dan besarnya Sumbangan Catur Dharma. Dengan pola ini, semakin tinggi nilai UPCM semakin rendah nilai sumbangan yang diwajibkan.


PBT MANDIRI
Pola seleksi berbasis ujian tulis di mana komponen nilai akan menentukan kelulusan tes, sedangkan besarnya Sumbangan Catur Dharma ditentukan secara mandiri oleh orang tua calon mahasiswa. Batas minimal Sumbangan Catur Dharma ditentukan oleh Program Studi yang dipilih oleh calon mahasiswa. Program studi yang menggunakan pola seleksi ini adalah program studi Akuntansi, Ilmu Hukum, Arsitektur, Farmasi, dan Pendidikan Dokter.

PBT SELEKSI CEPAT
Seleksi ini merupakan pola seleksi PBT yang diselenggarakan dalam 2 hari saja, yaitu 1 hari pendaftaran dan esoknya langsung ujian. Pendaftaran dibuka satu hari saja, yaitu pada hari Sabtu dan tes tertulis dilaksanakan pada hari Ahad keesokan harinya. Dalam PBT ini, komponen nilai akan menentukan besarnya sumbangan Catur Dharma.

SELEKSI TAHAP KEDUA (Khusus Prodi Pendidikan Dokter)
Seleksi ini khusus untuk calon mahasiswa yang memilih Program Studi Pendidikan Dokter, dan telah dinyatakan lolos ujian tertulis (PBT) atau PSB. Seleksi ini meliputi: Ujian Tulis Comprehensive (kemamuan penalaran), tes psikometri, wawancara dan pemeriksaan dokumen yang bertujuan untuk menentukan kelulusan calon mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, namun tidak mengubah besarnya Sumbangan Catur Dharma yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dokumen asli dan salinannya yang diperiksa meliputi :
  • Akte Kelahiran (disyaratkan maksimal berusia 21 tahun)
  • Rapor SMU Jurusan IPA Semester 2,3 dan 4 atau 3,4 dan 5

BIAYA DAN PENDAFTARAN
Biaya pendaftaran PBT tanpa pilihan Program Studi Pendidikan Dokter adalah sebesar Rp 175.000,00, dan PBT dengan pilihan Program Studi Pendidikan Dokter Rp 225.000,00.

PROSEDUR DAN SYARAT PENDAFTARAN PBT
  • Pendaftar harus datang sendiri di Sekretariat PPMB di Gedung Rektorat UII untuk melakukan pendaftaran.
  • Membayar di Bank yang tersedia di Gedung GBHH Prabuningrat (Kantor Rektorat UII) Lantai 1 Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang, Km. 14,5 Sleman Yogyakarta.
  • Menyerahkan syarat-syarat pendaftaran kepada petugas berupa :
  • Surat Tanda Lulus Sekolah Menengah Umum (SMU) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) / Madrasah Aliyah (MA) atau menyerahkan fotocopi rapor semester 4 atau 5 bagi siswa kelas XII untuk Tahun Ajaran 2013/2014,
  • Fotokopi surat tanda pengenal diri, yaitu : Kartu siswa atau Kartu Tanda Penduduk atau Surat Ijin Mengemudi atau Surat Keterangan Pelajar dari Kepala Sekolah,
  • Slip Pembayaran PBT,
  • Khusus pendaftar di International Program harus melampirkan hasil uji kecakapan berbahasa Inggris berupa TOEFL®ITP, IELTS atau CEPT (dari CILACS UII atau IP-UII) dengan skor minimal 450 untuk TOEFL, 454 untuk CEPT dan 4 untuk IELTS. Pada awal tahun ke-2, mahasiswa International Program disyaratkan untuk mencapai 500 untuk TOEFL, 510 untuk CEPT dan 5 untuk IELTS.
  • Khusus pendaftar di Program Studi Pendidikan Dokter harus melampirkan fotokopi Akte Kelahiran (disyaratkan maksimal berusia 21 tahun) dan fotokopi Rapor SMU Jurusan IPA Semester 2,3 dan 4 atau 3,4 dan 5.
  • Melakukan pengisian data (key-in) Pendaftaran PBT dan pengambilan foto Calon Mahasiswa oleh petugas.
  • Menerima Kartu Peserta UPCM
  • Hasil UPCM akan disampaikan melalui surat dan ditayangkan di website pmb.uii.ac.id
  • Khusus pendaftar yang memilih Seleksi PBT Mandiri diharuskan mengisi surat pernyataan yang berisi kesanggupan pembayaran Sumbangan Dana Catur Dharma dan kesediaan tidak akan menarik kembali semua dana yang sudah dibayarkan. Surat pernyataan ini ditandatangani oleh orang tua atau wali di atas materai Rp. 6000.

Prosedur PBT tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Membayar Biaya PBT -- Menyerahkan Syarat Pendaftaran --Mengisi Data (key in) dan Foto -- Menerima Kartu UPCM --Mengikuti Ujian Tulis -- Menerima Hasil UPCM ,
Khusus Pendaftar Kedokteran -- Seleksi Tahap Kedua



JADWAL PBT

Semua Ujian PBT diselenggarakan di semua Kampus UII mulai jam 09.00 sampai selesai. Pendaftaran PBT Seleksi Cepat dilayani pada hari Sabtu dari jam 08.00 hingga 15.00, sedangkan Pendaftaran PBT Reguler dilayani pada hari Senin-Jum'at jam 08.00-14.00 (pada hari Jum'at istirahat jam 11.30-13.00). Pada hari Sabtu, Ahad dan hari libur nasional tidak ada pendaftaran. Secara rinci penyelenggaraan PBT dilaksanakan sebagaimana pada tabel berikut :



3. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UII dengan Penelusuran Siswa Berprestrasi (PSB) 

PSB adalah pola penerimaan calon mahasiswa melalui seleksi prestasi Bidang Akademik dan Minat Bakat. Semua program studi menerima jalur PSB dengan pengaturan kuota dan seleksi yang ditentukan oleh Fakultas. Jalur PSB ini terdiri dari tiga kategori, yaitu Siswa Berprestasi Bidang Akademik, Siswa Berprestasi Bidang Olah Raga dan Seni serta Bibit Unggul Tidak Mampu.


Kategori Siswa Berprestasi Bidang Akademik

Kategori ini ditujukan bagi siswa dengan kemampuan akademik yang tinggi atau sebagai pemenang kompetisi bidang ilmu pengetahuan tingkat provinsi, nasional atau internasional (seperti olimpiade sain, lomba karya ilmiah remaja).

Syarat dan Prosedur Pendaftaran
Menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan PSB kepada Panitia PMB atau ke Fakultas yang menjadi pilihan pertama. Adapun dokumen yang dipersyaratkan adalah:
  • Fotokopi rapor yang dilegalisir oleh pihak sekolah dengan syarat nilai rata-rata minimal 7 (tujuh) pada semester ke-3 dan 4 (bila pendaftaran dilakukan sampai bulan Januari) atau semester 4 dan 5 (bila pendaftaran dilakukan setelah bulan Januari), khusus calon mahasiswa yang memilih Prodi Pendidikan Dokter, Akuntansi dan Farmasi disyaratkan nilai rata-rata minimal 8 (delapan);
  • Surat Keterangan Kepala Sekolah yang menyatakan bahwa siswa yang bersangkutan masuk ranking sekolah 10 (sepuluh) besar pada semester ke-3 dan 4 atau semester ke-4 dan 5; atau foto copy sertifikat pemenang kompetisi bidang ilmu pengetahuan tingkat provinsi, nasional atau internasional.
  • Surat keterangan berkelakuan baik dari sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah;
  • Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm sebanyak 1 (satu) lembar;
  • Menyertakan bukti biaya pendaftaran sebesar Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah) (dapat dibebaskan dengan rekomendasi dari Ketua Program Studi);
  • Khusus calon mahasiswa yang mendaftar di International Program harus melampirkan hasil uji kecakapan berbahasa Inggris yang berupa TOEFL®ITP, IELTS atau CEPT (dari CILACS UII atau IP-UII) dengan skor minimal 450 untuk TOEFL, 454 untuk CEPT dan 4 untuk IELTS. Pada awal tahun ke-2, mahasiswa International Program disyaratkan untuk mencapai 500 untuk TOEFL, 510 untuk CEPT dan 5 untuk IELTS;
  • Khusus untuk calon mahasiswa yang mendaftar di Prodi Pendidikan Dokter, harus menyerahkan fotokopi sertifikat yang membuktikan prestasi dalam kompetisi bidang ilmu pengetahuan (bidang akademik) pada tingkat nasional yang dilegalisir oleh Dinas Pendidikan, atau hafal Al-Quran minimal 15 Juz (dibuktikan dengan sertifikat dari Lembaga Pendidikan Tilawatil Qur’an/LPTQ).

KATEGORI SISWA BERPRESTASI BIDANG OLAH RAGA DAN SENI

Kategori ini ditujukan bagi siswa yang mempunyai bakat dan prestasi dalam bidang olah raga dan seni di tingkat internasional, nasional dan atau regional/provinsi.

Syarat dan Prosedur Pendaftaran

Menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan PSB kepada Panitia PMB atau ke Fakultas yang menjadi pilihan pertama. Adapun dokumen yang dipersyaratkan adalah:
  • Fotokopi rapor yang dilegalisir oleh pihak sekolah dengan syarat nilai rata-rata minimal 6 (enam) pada semester 3 dan 4 (bila pendaftaran dilakukan sampai bulan Januari) atau semester 4 dan 5 (bila pendaftaran dilakukan setelah bulan Januari),
  • Fotokopi sertifikat yang membuktikan prestasi dalam kompetisi bidang ilmu olah raga atau seni yang dilegalisir oleh Dinas Pendidikan, khusus calon mahasiswa yang memilih Prodi Pendidikan Dokter disyaratakan memiliki prestasi olah raga atau seni pada tingkat nasional;
  • Surat keterangan berkelakuan baik dari sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah;
  • Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 3x4 cm sebanyak 1 (satu) lembar;
  • Khusus calon mahasiswa yang mendaftar di International Program harus melampirkan hasil uji kecakapan berbahasa Inggris yang berupa TOEFL®ITP, IELTS atau CEPT (dari CILACS UII atau IP-UII) dengan skor minimal 450 untuk TOEFL, 454 untuk CEPT dan 4 untuk IELTS. Pada tahun pertama kuliah, mahasiswa International Program disyaratkan untuk mencapai 500 untuk TOEFL, 510 untuk CEPT dan 5 untuk IELTS.
  • Menyertakan bukti biaya pendaftaran sebesar Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah) (bisa dibebaskan dengan rekomendasi dari Ketua Program Studi).

Kategori SISWA Bibit Unggul Tidak Mampu

Ditujukan bagi siswa dengan kemampuan akademik yang sangat tinggi dan tidak mampu secara ekonomi. Khusus kategori ini, siswa yang dinyatakan diterima diberikan beasiswa berupa dibebaskan biaya studi yang meliputi SPP (selama 8 semester) dan sumbangan dana Catur Dharma. Siswa dikenai evaluasi prestasi setiap semester, dan beasiswa ini dapat dicabut bila siswa tidak menunjukkan prestasi yang disyaratkan sebagai penerima beasiswa.

Syarat dan Prosedur Pendaftaran
Menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan PSB kepada Panitia PMB atau ke Fakultas yang menjadi pilihan pertama. Adapun dokumen yang dipersyaratkan adalah:
  • Fotokopi rapor yang dilegalisir oleh pihak sekolah dengan syarat nilai rata-rata minimal 8,5 (delapan koma lima) pada semester ke-2, 3 dan 4 (bila pendaftaran dilakukan sampai bulan Januari) atau semester 3, 4 dan 5 (bila pendaftaran dilakukan setelah bulan Januari),
  • Surat Keterangan Kepala Sekolah yang menyatakan bahwa siswa yang bersangkutan masuk ranking sekolah 5 (lima) besar pada semester ke-2,3 dan 4 atau semester ke-3, 4 dan 5;
  • Surat keterangan berkelakuan baik dari sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah;
  • Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 1 (satu) lembar;
  • Surat keterangan tidak mampu dari Kecamatan atau Kartu Keluarga Miskin (Gakin) (dimungkinkan adanya pemeriksaan langsung oleh UII).
  • Khusus calon mahasiswa yang mendaftar di International Program harus melampirkan hasil uji kecakapan berbahasa Inggris yang berupa TOEFL®ITP, IELTS atau CEPT (dari CILACS UII atau IP-UII) dengan skor minimal 450 untuk TOEFL, 454 untuk CEPT dan 4 untuk IELTS. Pada tahun pertama kuliah, mahasiswa International Program disyaratkan untuk mencapai 500 untuk TOEFL, 510 untuk CEPT dan 5 untuk IELTS.
  • Menyertakan bukti biaya pendaftaran sebesar Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah) (bisa dibebaskan dengan rekomendasi dari Ketua Program Studi).

KETERANGAN

Semua dokumen yang dipersyaratkan untuk ketiga kategori ini dikirimkan atau diserahkan ke Panitia PMB Gedung GBPH Prabuningrat Rektorat UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta atau ke Fakultas yang menjadi pilihan pertama.

Biaya Pendaftaran dibayarkan ke :

Universitas Islam Indonesia, Bank Mandiri
No Rek. 1370002150890

* Biaya Pendaftaran PSB bisa dibebaskan dengan rekomendasi dari Ketua Program Studi


PROSEDUR PENDAFTARAN

Pembelian formulir PSB secara individu calon mahasiswa atau kolektif oleh pihak Sekolah melalui prosedur sebagai berikut:
  • Melakukan pembayaran melalui mesin ATM Bank Mandiri:
  • Menu detail untuk transaksi ini dapat dilihat di website psb.uii.ac.id
  • Melakukan pembayaran melalui transfer ke Bank Mandiri Cabang Sudirman Yogyakarta, Nomor rekening 137-0002150890.
  • Setelah melakukan transfer, bukti transfer discan dan dikirimkan melalui email ke panitia PMB: ppmb@uii.ac.id
  • Panitia PMB akan mengirimkan nomor UPCM melalui balasan email. Nomor tersebut digunakan untuk melakukan key in di website psb.uii.ac.id
  • Melalui pembayaran langsung:
  • Melakukan pembayaran langsung ke panitia PMB pada beberapa bank yang ada di gedung Rektorat UII
  • Pendaftar mendapatkan nomor UPCM yang digunakan untuk melakukan key in di website psb.uii.ac.id

Proses Key in:
  • Login di website psb.uii.ac.id dengan nomor UPCM yang diterima/dimiliki (Satu nomor UPCM hanya dapat digunakan seorang pendaftar).
  • Pengisian data diri dan dokumen pendukung yang diperlukan sesuai dengan kategori PSB yang dipilih (prestasi bidang akademik, prestasi bidang olah raga dan seni, siswa bibit unggul tidak mampu).
  • Pendaftar mengunggah file dokumen pendukung yang telah discan, misalnya rapor dan sertifikat pendukung, dan persyaratan lain yang diperlukan. Agar ukuran file kecil dan mudah dikirim ikuti langkah dibawah ini :
  • Rekomendasi setting scan dokumen untuk pengiriman berkas PSB via website http://psb.uii.ac.id

a. Setting scan dengan rekomendasi :
- Resolusi : 150 dpi
- Pilihan warna : Black and White / Hitam dan Putih
- Tipe dokumen : Document/text
- Ukuran dokumen : A4

b. Simpan hasil scan dokumen menjadi file .PDF

c. Khusus untuk dokumen yang terdiri dari beberapa halaman misalkan raport, jadikan 1 (satu) file (multiple pages )
  • Sebelum di-simpan, pendaftar dapat memperbaiki atau melakukan perubahan pengisian.
  • Setelah menyatakan selesai, pendaftar mengklik menu simpan yang tersedia di sistem.


Mencetak hasil isian key in (kartu pendaftaran). Satu lembar untuk pendaftar dan satu lembar dikirimkan ke panitia PMB bersamaan dokumen yang diunggah.
Mengirimkan atau menyerahkan hasil isian key in (kartu pendaftaran), fotokopi rapor dan sertifikat pendukung ke PPMB atau Fakultas yang menjadi pilihan pertama
Prosedur PSB ketiga kategori tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Informasi lebih lengkap bisa anda kunjungi situs resminya di http://pmb.uii.ac.id


By Andi Meiria Kurnia Utami
Read More →

Selasa, 29 April 2014

ASAL YANG PENTING DOKTER

0 komentar


Bagi siswa yang baru lulus SMA, menuju perguruan tinggi merupakan destinasi selanjutnya. Sadar atau tidak selalu menjadi prodi dengan peminat yang terfavorit dan terbanyak setiap tahunya adalah Fakultas Kedokteran. Fakultas kedokteran atau yang lebih dikenal dengan FK masih merupakan Fakultas yang mayoritas lulusan nya dianggap cerdas. Ya mengapa tidak? toh ketika mahasiswa FK lulus, mereka akan mengenakan snelli (jas dokter) dan dengan gagahnya mereka membawa stetoscope serta kehadirannya pun sangat dinantikan terutama oleh pasien-pasien yang menunggu jasanya. Selain itu gengsi dari seorang dokter itu juga dapat menaikan citra keluarga serta orang-orang yang ada bersamanya, sehingga terang saja, saat ini, mayoritas orang tua ingin anaknya menjadi dokter, ya walau terkadang tanpa melihat potensi dan minat anak sesungguhnya.


Tapi tahukah teman-teman peminat FK, bahwa di era yang semakin terbuka kini sudah sangat banyak dokter yang  bisa dibilang menganggur atau kerja dengan bayaran yang sangat minim (bahkan ada yang dibayar 5000 per jam), terus harus rela pergi ke daerah-daerah terpencil untuk menghindari persaingan kerja, atau bahkan malah banyak dokter yang sekarang beralih menjadi seorang pengusaha. Ya begitu lah faktanya teman-teman, dan kenapa ini bisa terjadi? well, tidak ada yang mustahil didunia ini :)


Yang pertama, menurut data Dikti, ada 72 FK di Indonesia. Namun, hanya 14 FK yang terakreditasi A, sisanya B dan > 40 FK terakreditasi C dari PTN maupun PTS yang ada. Hal ini merupakan salah satu tamparan bagi pendidikan di Indonesia terutama di Bidang Kesehatan. Bagaimana kualitas kesehatan masyarakat bisa baik, jika kualitas dokter belum dapat dikategorikan baik bahkan kompetensi dipertanyakan?


Kedua, Sebagai mana kita ketahui, Pendidikan dokter merupakan program studi yang masih menjadi favorit bagi orang tua calon mahasiswa baru. Berbagai cara ditempuh agar anaknya bisa masuk sekolah kedokteran unggulan, seperti FKUI, FK UGM, FK Unair, FK Unpad,  (4 fakultas kedokteran favorit tertinggi peminatnya setiap tahun). Universitas swasta pun juga jadi daftar perburuan cadangan (jika tidak lulus di negeri), seperti FK Trisakti (favorit Jakarta), FK Maranatha (favorit Bandung), FK UII (favorit Yogya), dan FK Unissula (favorit Jateng). Dan hal ini pun dilakukan dengan berbagai macam cara, bahkan terkadang dengan cara-cara yang tidak wajar seperti menggunakan jasa “orang dalam” atau bahkan memang menggunakan joki ketika ujian masuk FK tersebut, sehingga kemampuan anak yang terkadang tidak begitu baik ditambah lagi minat nya tidak sepenuh hati membuat nama-nama Fakultas kedokteran terkenal sepeti itu pun menjadi tercoreng dan bahkan menurunkan kualitas fakultas kedokteran tersebut.



Ketiga, dahulu Periode 1990-2000an sekolah kedokteran di Indonesia (sekitar 26 sekolah kedokteran) belum sebanyak tahun 2014 ini, yang jumlahnnya sebanyak 67 sekolah kedokteran (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_kedokteran).Tentu dengan semakin banyak nya sekolah kedokterann tersebut, membuat tingkat masuk sekolah tinggi kedokteran pun menjadi sangat mudah, bahkan di beberapa kampus swasta, masuk FK pun tanpa tes dan tidak memandang hal-hal yang bisa menghambat pendidikan si calon mahasiswa, ya sebut saja buta warna, kemampuan akademis tidak terlalu baik, atau juga bukan bidang bakat kemampuannya. Sekarang yang terpenting, ada “uang”, ada kursi “fakultas kedokteran”

Kempat, dengan total 67 kampus FK saat ini, berarti tiap tahunya, akan ada sekitar 13400 orang dokter baru (asumsi 200 x 67 kampus), dan ini sangat signifikan berbanding terbalik dengan dokter muda yang dibutuhkan oleh seluruh instansi kesehatan di Indonesia, bahkan di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya banyak rumah sakit yang menolak dokter-dokter fresh graduate. Hingga untuk mengatasi hal tersebut, kini banyak dokter-dokter mudah yang belum berpengalaman harus hijrah ke daerah untuk mendapatkan pekerjaan.

Kelima, sistem perkuliahan di beberapa FK yang dinilai kurang komprehensif, bahkan ada beberapa kampus FK, yang bisa tamat kurang dari 5 tahun, yang tentu saja hal ini berbeda jauh dengan lulusan dokter belasan tahun yang lalu dimana setiap mahasiswa FK, untuk bisa lulus butuh waktu hingga 8-10 tahun. Selain itu sistem pendidikan yang dinilai mudah mendapat nilai A (karena ada remedial tanpa mengulang), serta bisa mendapat nilai dengan cara dibayar, membuat lulusan dokter kini pun semakin dipertanyakan, bahkan sejumlah media telah membuktikan hal tersebut, melalui banyak nya kasus mal praktek ternyata disebabkan oleh lulusan dokter yang kurang kompetensif. 

Dan yang terakhir, banyaknya jalur tes mandiri fakultas kedokteran ternama, membuat nama sekolah calon dokter tersebut identik dengan persaingan uang bukan otak. Ya sebut saja FK U* atau FK Un*ad atau FK U*M, yang saat ini dengan uang pangkal senilai 300 juta saja belum tentu diterima. Maka dari itu, dikarenakan persaingan besar-besaran uang kuliah ini inilah, membuat FK-FK yang dinilai dalam sejarah kedokteran indonesia telah berhasil melahirkan dokter-dokter berkualitas pun kini sudah semakin dianggap kurang kompetebel, bahkan bisa dibilang menjadikan lulusannya pun, kini sestandar lulusan sekolah FK swasta yang biasa-biasa saja. Ya walau reason yang terakhir ini, tidak bisa sepenuhnya menyalahkan kampus terkait, sebab terkadang kebijakan-kebijakan pemerintah seperti BHP, BHMN dll seperti mengajurkan untuk kampus tersebut mencari dana operasional sendiri, namun setidaknya kampus tersebut juga lebih mengutamakan kemampuan anak dari pada sekedar materi


Demikian lah fakta terkait sekolah FK zaman sekarang, kesalahan pemahaman saat ini serta didukukung oleh ambisi yang tidak tepat tersebut kini tetap menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan dokter Indonesia saat ini. Dan hal ini, hendaknya menjadi renungan bagi adek-adek yang hendak melanjutkan ke sekolah calon dokter tersebut. Mulailah dengan memantapkan keyakinan, bahwa menjadi dokter adalah pekerjaan mulia untuk umat, terus mengamati dan menganalisis lebih jauh tentang sekolah FK-FK diindonesia, hingga memutuskan pilihaknke FK tersebut sehingga akan terbentuk sebuah komitmen untuk menjadi calon dokter yang komprehensif dan benar-benar dibutuhkan umat bukan ASAL YANG PENTING DOKTER !!!


Ps. Artikel ini bukan untuk merusak citra seorang dokter yang merupakan profesi yang mulia melainkan mengingatkan mereka bahwa GENGSI , JABATAN, UANG, BUKANLAH SEGALA-GALAnya apalagi pertanggung jawaban sangat berat dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.

By Andi Meiria Kurnia Utami
Read More →

IDI Sarankan Bubarkan Fakultas Kedokteran Berakreditasi C

0 komentar


    JAKARTA - Jumlah fakultas kedokteran di Indonesia cukup banyak, mencapai 72 fakultas. Hanya 14 fakultas kedokteran yang memiliki akreditasi A. Sementara sisanya terakreditasi B dan yang paling banyak C. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab masih banyaknya dokter di Indonesia tidak lulus Ujian Kompetensi Dokter (UKD).

    Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Prijo Sidipratomo SpRad (K), sebagian besar dokter yang gagal dalam UKD berasal dari fakultas kedokteran yang terakreditasi C.

    "UKD itu sangat terkait dengan wajah fakultas kedokteran dimana dokter tersebut dihasilkan. Seringkali peserta UKD yang tidak lulus berasal dari fakultas kedokteran yang tidak bagus,"jelas Prijo di Jakarta, kemarin (27/9).

    Prijo memaparkan, fakultas-fakultas kedokteran yang masih terakreditasi C membutuhkan asistensi lebih jauh. Dia memaparkan, pemerintah juga bisa memberikan pancingan dengan insentif. "Kalau ada insentif, mungkin fakultas-fakultas kedokteran yang nilainya masih C bisa termotivasi untuk segera meningkatkan akreditasinya," jelasnya.

    Selain itu, kata Prijo, pemerintah juga bisa memberlakukan kebijakan UKD yang lain. Pihaknya menyarankan agar pelaksanaan UKD tidak disamaratakan bagi seluruh fakultas kedokteran. Fakultas kedokteran dengan akreditasi A dan B sebaiknya diperbolehkan mengadakan UKD mandiri. "Tentunya dengan diawasi oleh profesi.

    Sementara mereka yang belum mendapatkan akreditasi  A dan B harus mengikuti UKD yang digelar oleh tim UKD Nasional. Dengan begitu, setiap fakultas kedokteran akan berlomba-lomba mempertahankan akreditas atau meningkatkan akreditasi,"paparnya.

    Prijo melanjutkan, setiap fakultas diberikan waktu setidaknya lima tahun untuk memperbaiki akreditasinya. Namun, jika sampai jangka waktu tersebut , akreditasinya masih C, maka sebaiknya fakultas kedokteran tersebut dibubarkan. "Lima tahun tidak ada perubahan, nilai akreditasi tidak ada perbaikan (masih C), sebaiknya dibubarkan atau ditutup,"lanjutnya.

    Prijo menambahkan, pemerintah juga harus tegas dalam menetapkan aturan UKD. Setidaknya, ada batasan untuk mengikuti UKD Nasional. "Intinya Dirjen Dikti Kemendikbud dan Konsil Kedokteran Indonesia bisa tegas. Di luar negeri itu, batasan mengikuti UKD hanya tiga kali. Di sini tidak ada batasannya, sehingga seorang dokter yang tidak lulus bisa berulang kali ikut ujian," imbuh dia.

    Sebelumnya, Ketua Komite Internship Dokter Indonesia Prof dr Mulyohadi Ali SpF (K) memaparkan jika sebanyak 35 persen dokter di Indonesia tidak lulus uji kompetensi . Hal tersebut disebabkan, masih rendahnya sumber daya manusia serta kelengkapan fasilitas pendidikan di Indonesia.

    Kompetensi dokter adalah kemampuan dokter dalam melakukan praktik profesi kedokteran yang meliputi ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Setelah lulus uji kompetensi, yang bersangkutan akan menerima  dan sertifikat kompetensi yang merupakan surat tanda pengakuan terhadap kemampuan seorang dokter atau dokter gigi untuk menjalankan praktik kedokteran di seluruh Indonesia.
    Read More →

    Fakultas Kedokteran Abal-abal di Indonesia

    31 komentar
     

               OPINI | Belakangan ini isu mengenai fakultas kedokteran abal-abal menjadi pembicaraan hangat di publik. Hal ini terjadi setelah Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H, menyatakan, bahwa dokter muda yang tidak lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) tidak diperbolehkan menjadi dokter dan lebih baik menjadi bupati atau pengusaha. Statement ini kemudian menjadi heboh dan menimbulkan pro dan kontra khususnya di kalangan mahasiswa kedokteran.

               Pertanyaan tersebut kemudian diberitakan luas secara online sehingga timbul komentar yang kritis dari masyarakat. Ada yang mendukung, namun ada juga yang menyayangkan. Beberapa mahasiswa kedokteran yang berstatus Co-Ass yang kami temui menyatakan pernyataan Menkes terlalu dini. Atau harusnya dia (Menkes) lebih peduli sama nasib kami, karena UKDI itu susah banget, nggak segampang yang diomonginya. Mahasiswa lain pun bahkan memberi pertanyaan yang lebih keras, atau coba kalau misalnya anaknya Bu Menkes nggak lulus UKDI? Apa dia tetap ngomong begitu?, ungkap seorang mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya.


    Sebelumnya, dalam portal berita online sebuah stasiun televisi swasta, disebutkan bahwa ada fakultas kedokteran yang menerima mahasiswa IPS, bahkan STM, untuk menjadi mahasiswa kedokteran. Dari banyaknya berita tersebut, kami akhirnya memutuskan untuk melakukan penelitian secara sekunder, mengumpulkan data seluruh fakultas kedokteran negeri maupun swasta diseluruh Indonesia. Dari data tersebut, kami mengumpulkan informasi akreditasi, usia fakultas kedokteran, fasilitas penunjang, dan jumlah dosen tetap. Selain informasi tersebut, kami juga menemui beberapa mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani Co-Ass untuk dapat menyampaikan plus-minus fakultas kedokterannya (tentunya dengan identitas yang dirahasiakan).


    Menurut data Dikti, ada 72 fakultas kedokteran di Indonesia. Namun dari jumlah tersebut, sebanyak lebih kurang 40 fakultas kedokteran terakreditasi C (dibawah standar). Tak hanya didominasi oleh swasta, bahkan ada beberapa fakultas kedokteran negeri yang memiliki akreditasi C. Fakultas kedokteran tersebut diantaranya adalah:


    1. Universitas Abulyatama, Aceh
    2. Universitas Islam Sumatera Utara, Medan
    3. Universitas Methodist Indonesia, Medan
    4. Universitas Prima Indonesia, Medan
    5. Universitas Batam, Kepulauan Riau
    6. Universitas Abdurrab, Riau
    7. Universitas Jambi, Jambi
    8. Universitas Bengkulu, Bengkulu
    9. Universitas Malahayati, Lampung
    10. Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jakarta
    11. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta
    12. Universitas Islam Bandung, Bandung
    13. Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon
    14. Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang
    15. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta
    16. Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta
    17. Universitas Tanjungpura, Kalimantan
    18. Universitas Warmadewa, Bali
    19. Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat
    20. Universitas Islam Al Azhar, Nusa Tenggara Barat
    21. Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur
    22. Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah
    23. Universitas Haluoleo, Sulawesi Tenggara
    24. Universiras Pattimura, Maluku

    sumber : ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php

    Selain berakreditasi C, ada juga fakultas kedokteran yang tidak memiliki akreditasi hingga sekarang, beberapa diantaranya:

    1. Universitas HKBP Nommensen, Medan
    2. Universitas Baiturrahmah, Padang
    3. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah
    4. Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya
    5. Universitas Palangkaraya, Kalimantan
    6. Universitas Al Khairaat,Sulawesi Tengah
    7. Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan
    8. Universitas Cenderawasih, Papua

    sumber : ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php


    Dari 33 fakultas kedokteran yang telah disebutkan diatas, akhirnya kami menemukan 4 fakultas kedokteran yang dapat dikategorikan abal-abal
    , telah lama berdiri namun akreditasi masih C bahkan tidak terakreditasi meskipun sudah 2 periode akreditasi (tiap 5 tahun sekali), fasilitas tidak memadai, tenaga pengajar yang kurang kompeten, dan keluhan kulitas alumni di masyarakat. Berikut kami paparkan.

    4. Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati (Unmal)
    Status : Swasta
    Berdiri : 1994 (19 tahun)
    Akreditasi : C (tidak pernah naik selama 3 periode re-akreditasi)
    Fasilitas : Cukup Baik
    RS Pendidikan : Tidak Ada
    Keluhan : Seleksi mahasiswa baru tidak ketat, Siswa lulusan IPS dan STM bisa menjadi mahasiswa kedokteran

    3. Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah (Unbrah)
    Status : Swasta
    Berdiri : 1994 (19 tahun)
    Akreditasi : Tidak ada (sudah 19 tahun tidak ada akreditasi?)
    Fasilitas : Kurang
    RS Pendidikan : Tidak Ada
    Keluhan : Dokter alumni FK Unbrah sering diprotes pihak rumah sakit karena kurang kompeten menangani pasien
    Pertanyaan : Selama 19 tahun Dikti dan IDI Padang tidak ada yang protes sama sekali dengan progress kualitas FK Unbrah?

    2. Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia (UMI)
    Status : Swasta
    Berdiri : 1968 (45 tahun)
    Akreditasi : C (sudah 9 periode re-akreditasi masih C)
    Fasilitas : Kurang
    RS Pendidikan : Tidak Ada
    Keluhan : Mayoritas dosen terbang atau pinjaman dari FK USU dan bergelar dokter umum jarang yang spesialis, Tidak punya ruang atau gedung sendiri (bercampur antar fakultas kedokteran dengan fakultas lain).
    Pertanyaan : Mengapa pelaksanaan UKDI Kota Medan bisa dilaksanakan di FK UMI padahal kualitasnya masih dibawah rata-rata?

    1. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)
    Status : Swasta
    Berdiri : 1965 (48 tahun)
    Akreditasi : C (sudah 9 periode re-akreditasi masih C)
    Fasilitas : Kurang
    RS Pendidikan : Tidak Ada
    Keluhan : Mayoritas dosen terbang atau pinjaman dari FK USU dan bergelar dokter umum jarang yang spesialis, Permasalahan legalitas ijazah
    Pertanyaan : FK UISU sudah berdiri 48 tahun berdiri, namun kualitasnya tidak meningkat, apakah ini disengaja hanya komersialisasi pendidikan? Padahal uang kuliahnya Rp 45 juta per tahun.


    Hasil data yang kami dapatkan adalah dapat dipertanggungjawabkan. Kami telah menerima pengaduan dari seorang dosen Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang telah melaporkan artikel ini sebelumnya. Kami berterimakasih atas tanggapannya, namun sangat disayangkan artikel terdahulu dilaporkan sebagai hoax. Semoga beliau lebih bijak dalam melakukan tindakan, karena informasi ini diperuntukkan untuk publik, bukan perorangan.

    | Sumber dikutip kompasiana.com |

    Read More →

    Biaya Kedokteran

    0 komentar

    Ujian Nasional 2014 telah usai, tapi bukanya makin tenang tapi makin risau..Ya para siswa khususnya SMU, makin banyak yang harus dipikirkan untuk melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya. Dari biaya, pilihan universitas, pilihan fakultas, pilihan lokasi, semuanya dipikirkan sesuai kemampuan dan minat masing-masing.
    Contohnya fakultas kedokteran, yang peminatnya masih terbilang tinggi ini memerlukan pilihan biaya yang terbilang mahal. Berikut saya infokan biaya kuliah Fakultas Kedokteran di beberapa universitas berdasarkan hasil surfing.
    1. UNISSULA
      DANA RUTIN DAN PENGEMBANGAN ( DRP ) FAKULTAS KEDOKTERAN- DRP FK Program PSB : Rp. 80 Juta
      - DRP FK Jalur Test : Rp. 150 Juta
      - DRP FK Jalur Khusus minimal : Rp. 175 Juta
      - DRP Jalur test ditentukan berdasarkan hasil Ujian Masuk.- DRP Jalur test ditentukan berdasarkan hasil Ujian Masuk.Syarat Jalur khusus sebagai berikut :
      Fakultas Kedokteran ( FK )
      a. Mengisi blangko kesediaan DRP minimal sebesar untuk FK : Rp. 175 Juta –
      b. Nilai mata pelajaran Kimia, Fisika, Biologi, Bahasa Inggris pada raport kelas III (XII) Semester I / II
    2. UMY thn 2013/2014
      Uang SPP 2 juta, Dana Pengembangan Pendidikan 30 juta
    3. Universitas Indonesia Tahun Ajaran 2012-2013
      BOP 7.500.000 dan UP 25 juta
    4. Unpad
      SPP 2 juta, Uang gedung sekitar 95 juta
    5. UGM thn 2005
      Uang gedung 100 juta, SPP 4 juta, uang seminar 2 juta
    Info diatas adah perkiraan rincian biaya kuliah fakultas kedokteran, dan tentu saja besarnya rincian biaya kuliah fakultas kedokteran diatas belum termasuk uang kos, uang seminar, uang praktek yang juga perlu diperhitungkan. Namun paling tidak rincian diatas bisa dijadikan sebagai referensi gambaran besarnya biaya kuliah di fakultas kedokteran yang tentunya juga harus ditambah dengan faktor inflasi.



    Sumber : berbagai web site universitas ketika pendaftaran ulang , prudensial , 

    Read More →

    Minggu, 10 November 2013

    Yes, I Know it

    0 komentar
    Dear Miawers,
    Dear My Lovely,
    Dear My Friends,


                   Yogyakarta, 10 November 2013

                  Mei sangat bersyukur kepada Allah SWT masih diberikan kesempatan menikmati hidup sampai saat ini dan bertemu dengan kalian semua. Saya merasa beruntung bertemu dengan kalian semua, kalian yang peduli dan sayang sama Mei.
                  Mei kuat karena ada kalian. Tiap dari kalian mengekspresikan kepedulian itu dengan berbagai cara, ada yang halus ada yang kasar tapi satu yang pasti itu semua tulus. Tetesan hujan malam itu jadi saksi bisu kehangatan sayang yang kurasakan.
                  Kita memang terpisah dengan jarak dan kesibukan, ya tapi itu bukan masalah terbesarnya. Masalahnya adalah ketakutanku tak bisa menepati janjiku. Tapi kuyakin aku pasti bisa. I'll survive and together with all of you.
                 Tak bisa memelukmu karena jarak ini. Tak bisa bersandar denganmu karena waktu ini. Tak bisa disampingmu karena keadaan ini. Tapi kata-kata yang kau tuliskan lewat pesan itu, lewat bbm itu, lewat telpon itu yang menguatkanku. Dan aku bertahan dengan semua itu. Dan aku kuat karena kalian. Jahat ya sudah buat Mei tadi malam bersaing dengan hujan.


    Terima Kasih buat kebawelan kalian yang suka Mei perdebatkan....
    Terima Kasih buat keresekan kalian yang suka Mei sebelkan....
    Terima Kasih buat kekepoan kalian yang suka Mei pertanyakan....
    Terima Kasih buat perhatian kalian yang suka Mei ributkan....
    Terima Kasih telah menjadi alasanku kuat menjalani semuanya....
    Terima Kasih telah menjadikanku golongan orang yang beruntung berada diantara kalian yang penuh dengan warna, kehangatan, dan ketulusan ini.

    Ya kutemukan dan kubuat kebahagiaan itu dalam ujian kehidupan ini :D

    Ku percaya, Allah SWT benar-benar sayang sama Mei :")

    By : Andi Meiria Kurnia Utami
    Read More →