Blog Asik
Jangan lupa RSS meimiaw :)
Bookmark
di Browser kamu
Punya pertanyaan?
Kirim email ke Mei!

Rabu, 20 Februari 2013

Pentingkah Tes Psikologi?

0 komentar

Kian pesatnya perkembangan dunia, kian kuat pula tuntutan bagi setiap individu untuk mampu memiliki keahlian pada bidang-bidang tertentu, dan bahkan diharapkan menguasainya. Seseorang mutlak memiliki keahlian dasar yang mumpuni agar kelak menguasai bidang khusus itu di kemudian hari.

Memulai semua itu—memiliki keahlian khusus dan menguasainya—tentu tidak serta-merta begitu saja terjadi. Namun, sebetulnya, hal itu pun bukan sesuatu yang sulit dilakukan siswa, jika hal itu dimulai dari pemilihan jurusan atau bidang studi yang tepat sesuai bakat, minat, dan potensinya ketika bersiap melangkah ke jenjang perguruan tinggi.

"Jangan salah, ternyata masih banyak orangtua yang punya ambisi tertentu pada anak-anaknya. Semisal, si orangtua berprofesi sebagai dokter, anaknya pun dipaksa masuk fakultas kedokteran agar dapat mengikuti jejaknya kelak," ujar Indiah Marsaban, konsultan beasiswa di Profesional Human Resources Development Project-Educational Exchange Office for Bappenas RI, kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (3/6/2010).

Akibatnya, kata Indiah, setahun atau dua tahun si anak memang bisa menjalani. Nyatanya, lama-kelamaan si anak tidak bisa survive. Kuliah pun akhirnya terganggu di tengah jalan.

"Dengan bantuan independent evaluator seperti lewat seorang psikolog, misalnya, orangtua pasti akan mendengar dan mengerti bahwa minat, bakat, dan potensi anak perlu diukur sebelum memilih jurusan atau bidang studi tertentu bagi masa depannya. Potensi tinggi, tetapi jika tidak ada minat, maka tidak akan menghasilkan apa-apa juga karena anak hanya akan menjalani semuanya dengan keterpaksaan," ujar Indiah.

Sekolah, kata dia, baik bekerja sendiri maupun menggandeng pihak luar atau instansi lain, harus dapat memfasilitasi siswa memperoleh kesempatan studi pada jurusan yang sesuai potensi, bakat, dan minatnya. Evaluasi ini, lanjut Indiah, untuk membantu siswa memilih penjurusan sesuai potensi, bakat, dan minat yang dimilikinya.

"Selain berdasarkan kemampuan akademis seperti nilai rapor dan sebagainya itu, tes intelegensi, uji kepribadian, dan bakat-minat itu penting karena beberapa tes psikologi ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek sebelum siswa ditempatkan pada satu peminatan atau penjurusan tertentu," ujarnya.

"Dengan begitu, siswa akan teraktualisasi secara maksimal dan dapat menjadi pijakan dasar memilih jenis pekerjaan sesuai orientasi siswa ketika memilih studinya," ujar Indiah.
Lewat seorang psikolog, orangtua pasti mendengar dan mengerti bahwa minat, bakat, dan potensi anak perlu diukur sebelum memilih jurusan.
-- Indiah Marsaban

Dengan bantuan independent evaluator seperti lewat seorang psikolog, misalnya, orang tua pasti akan mendengar dan mengerti, bahwa minat, bakat, dan potensi anak perlu diukur sebelum memilih jurusan atau bidang studi tertentu.

0 komentar: