Blog Asik
Jangan lupa RSS meimiaw :)
Bookmark
di Browser kamu
Punya pertanyaan?
Kirim email ke Mei!

Senin, 12 November 2012

Meiria , Gita , dan Kiky dalam OPSI 2012

0 komentar

Dari berbagai poster dan alat peraga yang ditampilkan para siswa di Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), tema yang diangkat oleh tiga orang siswi dari SMA Negeri 2 Bengkulu ini patut diacungi jempol. Berasal dari kekhawatiran dan kepedulian pada budaya asing yang sangat cepat melekat di sekolahnya, mereka bertiga mulai melakukan penelitian yang kemudian dituangkan dalam sebuah karya tulis.

“Efek Menyukai Budaya Korea yang Berlebihan Bagi Pembangunan Karakter Remaja SMAN 2 Kota Bengkulu di Era Globalisasi”, itulah judul besar yang mereka pilih dan mengantarkan mereka sampai ke babak poster OPSI, di Plaza Insan Berprestasi Kemdikbud.

Adalah Meiria Kurnia Utami, Gita Novianti Suliawan, dan Kiky Yolanda Hakesi, ketiganya merupakan siswa kelas XI dan XII SMAN 2 Bengkulu. Dengan didampingi guru pendamping Ibu Mariyana Eka, mereka bersaing dengan 28 naskah penelitian bidang IPS Humaniora lainnya dalam olimpiade ini.

Saat ditanya mengapa memilih untuk meneliti fenomena budaya korea atau yang akrab disebut Kpop, dengan bersemangat Meiria menjelaskan, bahwa wabah untuk meniru penampilan bintang Korea sudah merebak di sekolahnya. Teman-teman sebayanya menirukan gaya mereka mulai dari model rambut hingga berpakaian.



Dalam melakukan penelitian ini, ia dan teman-temannya tidak serta merta bertanya kepada teman-temannya yang menggandrungi Kpop perihal sebab musabab mereka menggilai Kpop. “Kalau kita langsung tanya gitu, mereka ga akan mau jawab, malah langsung kabur,” tuturnya.

Setelah melakukan observasi selama tiga bulan, Meiria bersama kedua temannya mulai melakukan tahap penulisan. Observasi mereka didukung dengan data sampel yang berasal dari kuisioner yang mereka bagikan kepada 100 orang temannya.

Dengan mengangkat judul ini, Meiria dan kedua temannya berharap agar hasil penelitiannya bisa menjadi pertimbangan teman-temannya untuk mencintai budayanya sendiri. “Ayo cintai budaya kita sendiri, karena kalau tidak budaya kita diambil orang,” tuturnya bersemangat.

Sumber: Kemdikbud , Inioke

0 komentar: