Blog Asik
Jangan lupa RSS meimiaw :)
Bookmark
di Browser kamu
Punya pertanyaan?
Kirim email ke Mei!

Kamis, 23 Agustus 2012

Tekad Baja

0 komentar
Seorang mahasiswa yang berasal dari salah satu negara mayoritas Islam belajar di Negeri Barat, tepatnya di London, Inggris. Di tempat itu, ia tinggal bersama keluarga Inggris yang non-Islam untuk belajar bahasa. Ia seorang yang taat kepada agamanya, selalu bangun mengjelang fajar untuk pergi ketempat air dan berwudhu. Air disana, karena pengaruh cuaca, terasa sangat dingin. Setelah itu dia pergi ke tempat sholatnya, unntuk bersujud, ruku', bertasbih, dan bertahmid kepada Rabb-nya. Dalam keluarga itu terdapat seorang nenek tua yang selalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh mahasiswi ini.

Setelah beberapa hari, nenek itu bertanya," Apa yang engkau lakukan? "
 Mahasiswa itu menjawab, "Agamaku memerintahkanku untuk melakukan ini."
Si nenek itu bertanya lagi, "Mengapa tidak kau tunda waktunya untuk beberapa saat agar kau bisa lebih menikmati tidurmu?"
 Mahasiswa itu menjawab, "Tapi Rabb-ku tidak akan menerima jika aku menangguhkan waktu sholat dari waktu yang telah ditentukan."
Si nenek pun menganggukkan kepalanya dan berkomentar,"Sebuah tekad yang mampu menghancurkan besi baja."

 {Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah} (Q.S An-Nur : 36)
Kekuatan seperti itu merupakan tekad yang berawal dari keimanan, kekuatan yang berasal dari keyakinan,dan daya yang bersumber dari tauhid. Tekad seperti inilah yang telah memberi inspirasi kepada para penyihir Fir'aun. Mereka terketuk untuk beriman kepada Allah Rabb alam semesta ketika mereka terlibat dalam pertarungan antara Musa dan Fir'aun.

 Mereka berkata kepada Fir'aun, {Mereka berkata; "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan dari Rabb yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan."} (Q.S Thata : 72) Ini merupakan tantangan yang jarang didengar. Mereka terpanggil untuk menyampaikan risalah ini dengan memanfaatkan momentum itu dan untuk menyampaikan pesan yang benar dan kuat itu kepada seorang yang kafir dan kejam ini.

0 komentar: