Blog Asik
Jangan lupa RSS meimiaw :)
Bookmark
di Browser kamu
Punya pertanyaan?
Kirim email ke Mei!

Selasa, 29 April 2014

Fakultas Kedokteran Abal-abal di Indonesia

54 komentar
 

           OPINI | Belakangan ini isu mengenai fakultas kedokteran abal-abal menjadi pembicaraan hangat di publik. Hal ini terjadi setelah Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H, menyatakan, bahwa dokter muda yang tidak lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) tidak diperbolehkan menjadi dokter dan lebih baik menjadi bupati atau pengusaha. Statement ini kemudian menjadi heboh dan menimbulkan pro dan kontra khususnya di kalangan mahasiswa kedokteran.

           Pertanyaan tersebut kemudian diberitakan luas secara online sehingga timbul komentar yang kritis dari masyarakat. Ada yang mendukung, namun ada juga yang menyayangkan. Beberapa mahasiswa kedokteran yang berstatus Co-Ass yang kami temui menyatakan pernyataan Menkes terlalu dini. Atau harusnya dia (Menkes) lebih peduli sama nasib kami, karena UKDI itu susah banget, nggak segampang yang diomonginya. Mahasiswa lain pun bahkan memberi pertanyaan yang lebih keras, atau coba kalau misalnya anaknya Bu Menkes nggak lulus UKDI? Apa dia tetap ngomong begitu?, ungkap seorang mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya.


Sebelumnya, dalam portal berita online sebuah stasiun televisi swasta, disebutkan bahwa ada fakultas kedokteran yang menerima mahasiswa IPS, bahkan STM, untuk menjadi mahasiswa kedokteran. Dari banyaknya berita tersebut, kami akhirnya memutuskan untuk melakukan penelitian secara sekunder, mengumpulkan data seluruh fakultas kedokteran negeri maupun swasta diseluruh Indonesia. Dari data tersebut, kami mengumpulkan informasi akreditasi, usia fakultas kedokteran, fasilitas penunjang, dan jumlah dosen tetap. Selain informasi tersebut, kami juga menemui beberapa mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani Co-Ass untuk dapat menyampaikan plus-minus fakultas kedokterannya (tentunya dengan identitas yang dirahasiakan).


Menurut data Dikti, ada 72 fakultas kedokteran di Indonesia. Namun dari jumlah tersebut, sebanyak lebih kurang 40 fakultas kedokteran terakreditasi C (dibawah standar). Tak hanya didominasi oleh swasta, bahkan ada beberapa fakultas kedokteran negeri yang memiliki akreditasi C. Fakultas kedokteran tersebut diantaranya adalah:


1. Universitas Abulyatama, Aceh
2. Universitas Islam Sumatera Utara, Medan
3. Universitas Methodist Indonesia, Medan
4. Universitas Prima Indonesia, Medan
5. Universitas Batam, Kepulauan Riau
6. Universitas Abdurrab, Riau
7. Universitas Jambi, Jambi
8. Universitas Bengkulu, Bengkulu
9. Universitas Malahayati, Lampung
10. Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jakarta
11. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta
12. Universitas Islam Bandung, Bandung
13. Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon
14. Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang
15. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta
16. Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta
17. Universitas Tanjungpura, Kalimantan
18. Universitas Warmadewa, Bali
19. Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat
20. Universitas Islam Al Azhar, Nusa Tenggara Barat
21. Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur
22. Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah
23. Universitas Haluoleo, Sulawesi Tenggara
24. Universiras Pattimura, Maluku

sumber : ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php

Selain berakreditasi C, ada juga fakultas kedokteran yang tidak memiliki akreditasi hingga sekarang, beberapa diantaranya:

1. Universitas HKBP Nommensen, Medan
2. Universitas Baiturrahmah, Padang
3. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah
4. Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya
5. Universitas Palangkaraya, Kalimantan
6. Universitas Al Khairaat,Sulawesi Tengah
7. Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan
8. Universitas Cenderawasih, Papua

sumber : ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php


Dari 33 fakultas kedokteran yang telah disebutkan diatas, akhirnya kami menemukan 4 fakultas kedokteran yang dapat dikategorikan abal-abal
, telah lama berdiri namun akreditasi masih C bahkan tidak terakreditasi meskipun sudah 2 periode akreditasi (tiap 5 tahun sekali), fasilitas tidak memadai, tenaga pengajar yang kurang kompeten, dan keluhan kulitas alumni di masyarakat. Berikut kami paparkan.

4. Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati (Unmal)
Status : Swasta
Berdiri : 1994 (19 tahun)
Akreditasi : C (tidak pernah naik selama 3 periode re-akreditasi)
Fasilitas : Cukup Baik
RS Pendidikan : Tidak Ada
Keluhan : Seleksi mahasiswa baru tidak ketat, Siswa lulusan IPS dan STM bisa menjadi mahasiswa kedokteran

3. Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah (Unbrah)
Status : Swasta
Berdiri : 1994 (19 tahun)
Akreditasi : Tidak ada (sudah 19 tahun tidak ada akreditasi?)
Fasilitas : Kurang
RS Pendidikan : Tidak Ada
Keluhan : Dokter alumni FK Unbrah sering diprotes pihak rumah sakit karena kurang kompeten menangani pasien
Pertanyaan : Selama 19 tahun Dikti dan IDI Padang tidak ada yang protes sama sekali dengan progress kualitas FK Unbrah?

2. Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia (UMI)
Status : Swasta
Berdiri : 1968 (45 tahun)
Akreditasi : C (sudah 9 periode re-akreditasi masih C)
Fasilitas : Kurang
RS Pendidikan : Tidak Ada
Keluhan : Mayoritas dosen terbang atau pinjaman dari FK USU dan bergelar dokter umum jarang yang spesialis, Tidak punya ruang atau gedung sendiri (bercampur antar fakultas kedokteran dengan fakultas lain).
Pertanyaan : Mengapa pelaksanaan UKDI Kota Medan bisa dilaksanakan di FK UMI padahal kualitasnya masih dibawah rata-rata?

1. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)
Status : Swasta
Berdiri : 1965 (48 tahun)
Akreditasi : C (sudah 9 periode re-akreditasi masih C)
Fasilitas : Kurang
RS Pendidikan : Tidak Ada
Keluhan : Mayoritas dosen terbang atau pinjaman dari FK USU dan bergelar dokter umum jarang yang spesialis, Permasalahan legalitas ijazah
Pertanyaan : FK UISU sudah berdiri 48 tahun berdiri, namun kualitasnya tidak meningkat, apakah ini disengaja hanya komersialisasi pendidikan? Padahal uang kuliahnya Rp 45 juta per tahun.


Hasil data yang kami dapatkan adalah dapat dipertanggungjawabkan. Kami telah menerima pengaduan dari seorang dosen Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang telah melaporkan artikel ini sebelumnya. Kami berterimakasih atas tanggapannya, namun sangat disayangkan artikel terdahulu dilaporkan sebagai hoax. Semoga beliau lebih bijak dalam melakukan tindakan, karena informasi ini diperuntukkan untuk publik, bukan perorangan.

| Sumber dikutip kompasiana.com |

54 komentar:

  1. http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil-pencarian.php
    Ingin meluruskan kalau pendidikan dokter uin jakarta sudah memiliki akreditasi b. Kelulusan ukdi kmi mencapai 85 persen. Even ujian idi kelulusan mencapai 100 persen. Trims.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju ai,,,, ukdi diatas 85% kelulusan IDI 100%
      Yaaah apa mau dikata...Blog nya udah ada,empu nya aja g' nimbul u memberikan klarifikasi atau jumpa pers.

      Untuk.Siapapun. Nggak usah membicarakan apakah, bagaimana seseorang masuk dg uang atau nggak?
      Muhasabah aja diri kita, apakah kita termasuk org yg berilmu, berjalan pada jalan yg benar dan selalu berjalan dengan ihlas.
      BUKAN NYA SALING MENJATUHKAN.

      Buatlah inovasi,yg kreatif, bukan hanya u booming tapi harus bermanfaat u orang banyak.
      Think about it

      Ya nggak Ts aini

      Hapus
  2. Link yang saya share di atas adalah link resmi kemendiknas unuk melihat akreditasi universitas beserta akrditasi per program studinya.

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Setau saya, bukan kelulusan universitas yang menjadi dasar akreditasi.. melainkan tingkat kelulusan ukdi..

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Thanks infonya, alhamdulillah universitas kami ga masuk kelompok yg jelek dan semoga kualitas alumninya meningkat :)

    BalasHapus
  6. Setau saya syarat mencapai akreditasi salah satunya adalah presentase kelulusan ukdi osce dan sekarang bertambah jadi lulusan ujian yg diadakan idi. Ujian2 tersebut diadakan serempak seindonesia dan bersifat objektif. Jd yang meluluskan bukan dr kampus tapi dari pusat atau kki bersasarkan nilai yang diperoleh dr ujian nasional tersebut.

    BalasHapus
  7. Setuju dengan Mba Aini.. FK UNISBA BANDUNG juga sejak Februari 2014 sudah meraih akreditasi B, boleh konfirmasi langsunh ke Ban-PT atau search beritanya, salah satunya http://www.juaranews.com/index.php?/pendidikan-2/unisba-raih-akreditasi-b-untuk-fakultas-kedokteran.html
    Angka kelulusan UKDInya juga masuk 10 besar nasional.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut Tempo.co rubrik nasional tgl 28 Jan 2016,hasil survey Tempo thd pelajar SMA di Indonesia, menghasilkan 10 prodi Kedokteran terfavorit di PTS se Indonesia adalah(berdasar urutan dr atas) sbb: Usakti,Unisba,UPH,UAJ,Untar,UMY,UII,Marnath,Unjani dan UKI

      Hapus
  8. Info nya salah ini.methodist aja punya bangunan sendiri,tidak dicampur dgn fak.lain. dan secara logika gak mugkin ukdi dilaksanakan kalau universitas tersebut tdk memenuhi syarat yg ditentukan.think smart,share with deal.please!

    BalasHapus
  9. Akreditasi universitas emg penting..tp klo utk ukuran kualitas dokternya g sllu berbanding dgn akreditasi univnya...lulusan univ manapun klo udh lulus UKDI insya Allah kompeten...itu trgntung individunya...byk koq pas saya kerja skrg lulusan dr univ y lebih bagus akreditasinya kualitas dokternya g terlalu bagus..itu balik lg k individunya...slma kita emg berkualitas bisa koq bersaing...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget..kalo yang disorot adalah akreditasi fakuktas yang masih c tetapi alumninya sebagian besar lulus ukdi...yang penting adalah kelulusan ukdi....banyak universitas yg katanya akreditasi b tapi tidak lulus ukdi.

      Hapus
  10. Alhamdulilah universitas saya tidak masuk yang ter bobrok kayak lembu ! Salam sukses !

    BalasHapus
  11. Ini info penting, tapi mohon sebelum share, cek dulu di ban pt akreditasinya apa berdasarkan data mutakhir. Sebagai sivitas akademika Unisba, biarpun bukan dari Fak Kedokteran, apa yang disampaikan di sini ketika mengategorikan Fak Kedokteran Unisba ada pada kategori akreditasi C, padahal sudah terakreditasi B, sungguh merugikan reputasi kami terutama di antara para stakeholder. Verifikasi terlebih dulu sebelum publish, cari data terbaru. Akreditasi "B" FK Unisba keluar bulan Feb 2014, sementara artikel ini dipublish bulan April 2014. Please be careful.

    BalasHapus
  12. dokter itu profesi yang bertanggungjawab terhadap kesehatan dan nyawa manusia. wajar kalo syarat dan ujiannya susah bgt. lha wong kalo sudah jd dokter itu asumsi masyarakat juga pasti pinter bgt kok.

    BalasHapus
  13. Kami mau jadi pengusaha dan bupati juga belajar.
    Ga kyk kalian gelar dokter di beli dgn uang org tua.
    Klo kalian gagal uji kompetensi kedokteran ngemis aja buat bayar uang org tua.
    Buatbjd pengusaha n bupati ga make otak kyk kalian.oke.. Kaku..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Mba eni gak keterima di FK ya mba ? Jangan dendam kesumat gt dong mba, gak semudah itu jadi dokter cuma modal duit..

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Bukankah menjadi seorang pengusaha atau mencalonkan diri jadi seorang bupati atau pemimpin daerah juga membutuhkan dana ya? Justru dananya lebih besar dari dana pendidikan seseorang lulus sarjana atau magister. Dan kalau untuk menjadi seorang bupati daerah tidak pake otak kerjanya, bukannya kasihan rakyatnya dipimpin oleh orang tak berotak yang hanya mengandalkan dana kampanye saja agar terpilih? Lebih baik Anda berpikir dahulu sebelum berkomentar.

      Hapus
    5. Kami yang merasakan susahnya di dalam mba eni yang terhormat. Alhamdulillah kita di biayai besar oleh orang tua untuk menambah pengetahuan dan untuk pengabdian ke masyarakat nantinya. Mari masuk kedokteran mba eni, masih banyak waktu biar bisa jilat ludah sendiri, kalau di kedokteran itu ga semudah mulut mba eni katakan :)

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    7. Kami yang merasakan susahnya di dalam mba eni yang terhormat. Alhamdulillah kita di biayai besar oleh orang tua untuk menambah pengetahuan dan untuk pengabdian ke masyarakat nantinya. Mari masuk kedokteran mba eni, masih banyak waktu biar bisa jilat ludah sendiri, kalau di kedokteran itu ga semudah mulut mba eni katakan :)

      Hapus
  14. pendidikan sudah dijadikan bisnis, memaksakan buka fakultas kedokteran padahal sarana dan prasarana belum lengkap.

    BalasHapus
  15. Jadi dokter itu pakek tekad dan otak...bukan pakek uang...
    Mentang2 bapake banyak duit mau maksa jd dokter. Akhirnya di uji sedikit saja tidak lulus....

    BalasHapus
  16. Bunk ujian nya nya itu bukan dikit...
    tapi banyak..
    Enak aja ngomong..

    BalasHapus
  17. Woy update woy blognya, akreditasinya banyak yg baru!!!!!

    BalasHapus
  18. Ya itulah perbedaan dokter jaman dulu sama sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar..untuk mnjd seorg dokter yg pertma andalkan otak kemudian niat n hati nurani. klu otak pas2an sngt susah berkarya dilapangan. jgn perawat yg lebih pintar dr dokternya. malu

      Hapus
  19. Hanya kami yg menjalani pendidikan yg tahu,,jika memang ingin mengupload sesuatu maka tuliskan berdasarkab evidence based...
    Jangan buat blog yg data nya malah "a..L a..L "
    Semoga kita d maafkan oleh allah SWT
    Semoga semua yg pernah menjadi luka mu yg dalam bisa menjadi pengalaman yg berharga.ambil barokahnya dan pelajari hikmahnya.
    Sesungguhnya setelah kesusahan ada kemudahan( al.insyirah)

    BalasHapus
  20. Lebih baik Anda mengupdate info atau berita yang akan Anda sebarkan di blogger ini. Jangan sampai malah merugikan banyak pihak. Dan jangan asal copas berita saja dari kompasiana, tapi cantumkan website asli secara jelas, tidak ada yang tahu disini apa berita Anda tambah-tambahkan atau Anda kurang-kurangi bagian yang baik dan buruknya. Ingat ini bisa dibawa ke ranah hukum karna Anda bisa merugikan pihak lain! Thx.

    BalasHapus
  21. Asal Anda tau saja ya di kompasiana itu sering sekali orang menulis tanpa bukti dan tidak ada pertanggung jawabannya. Terlebih lagi orang yang suka mencopas info begitu saja tanpa ditelaah lebih dulu isinya, apakah bagian tersebut sudah layak jadi konsumsi umum atau tidak. Ada baiknya Anda lebih bijak dalam memilih sebuah info atau artikel terlebih dahulu dan dapat melihat segala sesuatu itu dari banyak sisi, dan juga mencantumkan sumber asli yang lengkap darimana info itu anda copas.

    BalasHapus
  22. CARI, CERNA, PUBLISH. Jangan mempermalukan diri sendiri, dengan mem-publish BERITA yang tidak "Real". Jadi penulis UP TO DATE, bukan penulis UPDATE berita palsu.
    JANGAN MENJATUHKAN INSTANSI YANG KAMI BANGUN. Tx

    BalasHapus
  23. Cie cie. Brantem awk iya

    BalasHapus
  24. Semoga dunia kedokteran Indonesia kedepannya semakin membaik.
    salam
    www.kedokteran-kesehatan.blogspot.com

    BalasHapus
  25. Semoga dunia kedokteran Indonesia kedepannya semakin membaik.
    salam
    www.kedokteran-kesehatan.blogspot.com

    BalasHapus
  26. Untuk universitas bengkulu, kedokterannya baru dibuka, dan masih berstatus program studi dan belum meluluskan dokter, jadi menurut saya terlalu dini untuk menilai

    BalasHapus
  27. Untuk universitas bengkulu, kedokterannya baru dibuka, dan masih berstatus program studi dan belum meluluskan dokter, jadi menurut saya terlalu dini untuk menilai

    BalasHapus
  28. Untuk universitas bengkulu, kedokterannya baru dibuka, dan masih berstatus program studi dan belum meluluskan dokter, jadi menurut saya terlalu dini untuk menilai

    BalasHapus
  29. Fakultas Kedokteran Univ.HKBP Nommensen Medan sudah memiliki akreditasi.. mohon min diralat ☺

    BalasHapus
  30. Makanya Pasang tarif mahal untuk siapapun mumpung administrasi lengkap ! Jangan mau Dokter dibayar murah terutama untuk perusahaan kacang goreng! Hohoy😛

    BalasHapus
  31. ih ini mah yg abal yg punya blog-.-

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul non; klo abal-abal itu sekolah yg tdk ada kegiatan tapi ngeluarkan ijazah, tapi klo yg udah 2o th masih berkutat di C bahkan tdk terakred berarti kegiatan perkuliahan dan administrasinya kurang beres dan tdk memenuhi standar dikti seperti menerima calon mhs sekarep insun,fasilitas tdk memadaI,rasio dosen mhs besar; dan ini sebenarnya tugas dikti dan kopertis untuk selalu mengawasi setiap saat; bukan klo sdh penyakitnya aku baru ditegur

      Hapus
  32. Yg punya blog cuma copy paste aja tu, gak dilihat tahun akreditasinya. Bener bgt mbak sini, yg punya blog ini yg abal abal. Thinks smart

    BalasHapus
  33. Ngawuuuurrr hahha 😂😂😂😂😆😅
    Ngisin ngisini..

    BalasHapus
  34. Betul, harus di update spt Umj & unisba itu sudah B

    BalasHapus
  35. Betul, harus di update spt Umj & unisba itu sudah B

    BalasHapus
  36. Sepertinya sumber informasinya sudah usang. Mohon diupdate. FK UNRAM sejak 2013 lalu sudah akreditasi B. Terima kasih.

    BalasHapus
  37. Sepertinya sumber informasinya sudah usang. Mohon diupdate. FK UNRAM sejak 2013 lalu sudah akreditasi B. Terima kasih.

    BalasHapus